Senin (31/10) para pengurus serikat pekerja PT. Mitsubishi Kramayuda Indonesia, mengikuti training leadership sebagai upaya pembekalan skill kepemimpinan dalam rangka regenerasi bagi calon pengurus baru. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Nuanza Convention, Cikarang, dan bekerjasama dengan TRUSTCO Jakarta sebagai tim trainernya.

Training serikat pekerja PT. Mitsubishi Kramayuda Indonesia ini, bertemakan “What is Leadership”. Training yang dilaksanakan bersamaan dengan Rapat Kerja Unit (RAKERNIT) 2022 ini, bertujuan agar para peserta memahami potensi kepemimpinan yang mereka miliki. Serta memiliki kemampuan memimpin organisasi kedepan dalam mencapai tujuan.
Dalam sesinya, Rosiman, trainer TRUSTCO Jakarta yang bertugas dalam training serikat pekerja ini, menyampaikan materi dan praktik terkait dengan aspek kepemimpinan diri dan tim. Lebih lanjut, Rosiman menyampaikan tentang asas kepemimpinan, tangga kepemimpinan dan karakter pemimpin. Hal-hal tersebut penting untuk diketahui dan dipahami oleh para peserta sebagai praktisi kepemimpinan di organisasinya kelak.
Dalam materinya, Rosiman membahas tentang konsep The Five Levels of Influence, yang berasal dari buku Launching a Leadership Revolution, karya Chris Brady dan Orrin Woodward. Dalam konsep tersebut dijelaskan, seorang pemimpin akan meniti lima tangga atau level kepemimpinan. Dimulai dari tahap Learning atau belajar, Performing, Leading, Developing Leaders, hingga level terakhir yaitu Developing Leaders Who Develop Leaders (menciptakan pemimpin yang bisa menciptakan pemimpin lainnya).
Selanjutnya, Rosiman juga membahas tentang kepemimpinan tim. Di sesi ini, dibahas teknik kepemimpinan dalam tim, hambatan yang sering muncul serta solusinya.
Beberapa teknik yang bisa dipakai dalam kepemimpinan tim, adalah; teknik Human Relations, dimana teknik ini merupakan proses pemberian dorongan agar orang mau bergerak, yang dapat dijadikan motif, yaitu pemenuhan kebutuhan psikis dan psikologis.
Ada pula teknik lainnya yaitu Teknik Menjadi Teladan, Teknik Persuasi atau Mengajak dengan Lunak, Teknik Pendelegasian tugas dan Teknik Penggunaan Sistem Komunikasi yang Cocok.
Hambatan yang sering muncul dalam kepemimpinan tim, contohnya seperti Kurangnya kepercayaan pada bawahan, Kurangnya ketrampilan organisasional dalam menyeimbangkan beban kerja serta Kegagalan untuk menetapkan kontrol dan tindak lanjut yang efektif.
Solusinya adalah, Seorang pemimpin harus selalu melakukan proses manajemen dalam setiap kegiatannya. Meliputi perencanaan, pengorganisasian sumber daya pengarahan dalam pelaksanaan aktivitas organisasi, serta bentuk pengawasan yang baik terhadap aktivitas tersebut.

