Webinar Servant Leadership Bersama TRUSTCO

TRUSTCO Kembali memberikan kesempatan bagi insan pembelajar yang ingin terus meningkatkan kapasitas dirinya. Kali ini lewat webinar capacity building bertajuk “How To Be Servant Leader”. Di webinar yang berlangsung pada Sabtu, 1 Juni 2024 ini, peserta belajar langsung dari ahli dan praktisi leadership tentang bagaimana caranya menjadi “Pemimpin yang Melayani”.

Servant Leadership

Servant Leadership merupakan salah satu gaya kepemimpinan yang terbukti berhasil meningkatkan omzet Perusahaan, juga memenangkan hati karyawan dan konsumen. Di webinar servant leadership ini, Bersama trainer sekaligus founder TRUSTCO Group, DR. BS Wibowo, CPHR, peserta belajar definisi hingga praktek terbaik untuk menjadi seorang servant leader.

Beberapa poin yang dibahas dalam webinar ini yaitu Esensi Servant Leadership. Dalam poin ini dibahas mengenai konsep dasar dan filosofi yang menempatkan pelayanan kepada orang lain sebagai inti dari kepemimpinan.

Kepemimpinan yang melayani adalah suatu kepemimpinan yang berawal dari perasaan tulus yang timbul dari dalam hati untuk melayani, dan menempatkan kebutuhan pengikut sebagai prioritas. Serta menyelesaikan sesuatu Bersama orang lain dan membantu orang lain dalam mencapai suatu tujuan bersama

Selanjutnya dibahas juga strategi implementasinya. Bagaimana langkah konkret untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip Servant Leadership pada gaya kepemimpinan Anda. Serta caranya meningkatkan kinerja tim, bagaimana kepemimpinan yang melayani dapat meningkatkan kinerja dan kepuasan tim Anda.

Tak hanya definisi, teori dan juga filosofi, dalam webinar ini juga dibedah praktek terbaik dari gaya kepemimpinan servant leadership dengan studi kasus nyata. Tentang bagaimana Servant Leadership telah membawa perubahan positif di berbagai organisasi, serta menjadi jawaban untuk mengatasi krisis kepemimpinan yang dialami oleh suatu masyarakat atau bangsa.

Dalam pelaksanaannya, webinar berlangsung secara dua arah dan mengedepankan prinsip pembelajaran orang dewasa. dimana peserta tidak dianggap sebagai murid sekolah yang tidak berpengetahuan, melainkan diperlakukan sebagai peserta yang telah mempunyai banyak pengetahuan dan pengalaman.

Melalui proses belajar dan mengajar yang partisipatif tersebut diharapkan dapat mendorong peserta menjadi lebih aktif sehingga pemahaman terhadap materi pelatihan lebih cepat terjadi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *