Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian (KEMENPERIN) Republik Indonesia, melaksanakan kegiatan Peningkatan Kompetensi SDM pada 25-27 Januari 2023. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari di Trans Hotel Bali ini, diikuti oleh seluruh unsur pimpinan & pegawai di Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian. Dalam pelakasanaannya, Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri KEMENPERIN bekerjasama dengan TRUSTCO Jakarta sebagai Event Organizer dan Trainer kegiatan.

Peningkatan Kompetensi SDM Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri KEMENPERIN ini, bertujuan dalam rangka meningkatkan kolaborasi SDM didalamnya, supaya bertumbuh lebih cepat dalam meningkatkan daya saing industri.
Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri KEMENPERIN, merupakan badan yang menempatkan aset Sumber Daya Manusia (SDM) nya sebagai aset terpenting. Oleh karena itu, mutlak supaya kapasitas para pegawai didalamnya pun terus ditingkatkan.
Terlebih di era persaingan industri seperti saat ini, SDM di Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri KEMENPERIN, harus mampu mengerjakan tugasnya secara maksimal dalam menyelenggarakan koordinasi, perumusan, penerapan, pemberlakuan, dan pengawasan standarisasi industri.
Disamping itu, Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri juga harus menjadi partner pelaku industri dalam optimalisasi pemanfaatan teknologi industri, penguatan industri hijau, dan penyusunan rekomendasi kebijakan jasa industri.
Sehingga penting untuk dilaksanakannya peningkatan kompetensi SDM ini, demi menjaga umur panjang institusi untuk terus memberikan manfaat seluas-luasnya bagi rakyat Indonesia. Kegiatan ini terdiri dari beberapa rangkaian acara, yaitu indoor training, outdoor training dan kunjungan industri.

Dalam pelaksanaannya, Kegiatan ini menggunakan metode yang mengedepankan dialog interaktif antara fasilitator dengan peserta ataupun antara peserta dengan peserta yang lain. Sehingga diharapkan terjadi proses pemahaman yang mendalam dan saling memperkaya wawasan.
Untuk menciptakan iklim yang dialogis tersebut, digunakan pendekatan Pendidikan Orang Dewasa dimana peserta tidak dianggap sebagai murid sekolah yang tidak berpengetahuan, melainkan diperlakukan sebagai orang dewasa yang telah mempunyai banyak pengetahuan dan pengalaman.
Melalui proses belajar dan mengajar yang partisipatif tersebut, mendorong peserta menjadi lebih aktif sehingga pemahaman terhadap materi pelatihan lebih cepat terjadi.

