Pada 17 Desember 2024, Yayasan Hang Tuah menggelar Seminar Nasional bertemakan “Dengan Semangat Jiwa Bahari, Yayasan Hang Tuah Siap Mewujudkan Generasi Emas Untuk Menuju Nusantara Baru, Indonesia Maju”. Acara ini berlangsung di Gedung Canopus Kolat Koarmada 1, Kodamar Sunter, Jakarta Utara, diikuti oleh 26 Kasatdik, 170 guru secara offline, dan 589 guru secara online dari berbagai cabang Yayasan Hang Tuah di seluruh Indonesia.

Seminar ini bertujuan untuk memberikan inspirasi dan semangat juang kepada para guru agar mampu mendidik siswa-siswi menjadi generasi hebat dan cerdas, sejalan dengan visi membangun generasi emas Indonesia. Melalui penyampaian materi yang menarik, narasumber Muhammad Apud Kusaeri, S.Pd., M.Si. membahas pentingnya guru untuk terus meningkatkan kompetensi, baik secara pedagogik, sosial, profesional, maupun kepribadian, sesuai dengan tuntutan undang-undang.
Dalam paparannya, Muhammad Apud menekankan bahwa guru adalah pembentuk peradaban. Dengan pondasi iman dan ilmu, seorang guru harus ikhlas menjalani profesi sebagai ibadah, mensyukuri pendapatan, dan memberikan keteladanan kepada siswa. Ia juga menjelaskan bahwa komunikasi efektif memiliki tiga unsur penting: kata-kata, intonasi, dan bahasa tubuh, di mana bahasa tubuh memiliki peran terbesar dalam membangun hubungan yang baik dengan siswa.
Tantangan terbesar dalam komunikasi, lanjutnya, adalah egoisme individu. Oleh karena itu, guru dituntut untuk memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu menekan ego demi keberhasilan interaksi dengan siswa.
Seminar ini diharapkan dapat memperkuat peran guru Yayasan Hang Tuah sebagai pendidik yang inspiratif dan teladan, siap melahirkan generasi emas yang akan membawa Indonesia menuju Nusantara Baru dan Indonesia Maju.
Seminar ini tidak hanya memberikan wawasan, tetapi juga memotivasi para guru untuk terus berinovasi dan berkomitmen dalam menjalankan tugas mulia sebagai pendidik. Dengan semangat jiwa bahari, para guru diajak untuk membangun generasi yang smart, berkarakter, dan berdaya saing global.
Melalui penyampaian materi yang inspiratif, peserta diajak untuk merefleksikan peran guru sebagai teladan peradaban dan penggerak perubahan. Guru yang mampu berkomunikasi dengan baik dan memberikan keteladanan diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif, menyenangkan, dan mendukung perkembangan siswa menjadi generasi emas yang akan membawa Indonesia menuju kemajuan yang lebih besar.

