Komunikasi Efektif Untuk Para Staff Kemenag RI

Kementerian Agama Republik Indonesia mengundang TRUSTCO dalam kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas para pegawainya. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 11 Juni 2024 bertempat di Oria Hotel, Jakarta Pusat.

Komunikasi efektif Komunikasi efektif

Komunikasi efektif menjadi salah satu tema materi yang dilatihkan pada para peserta dalam kegiatan ini. Namun sebelum masuk pada materi tersebut, peserta terlebih dahulu mendapatkan sesi Building Learning Commitment (BLC).

Sesi BLC ini bertujuan agar mereka mempunyai komitmen untuk mengikuti pelatihan serta mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik, kepada pimpinan dan kepada sesama rekan kerja.

Selanjutnya peserta belajar tentang skill komunikasi efektif. Di sesi ini, trainer membantu para peserta untuk Mengasah Kemampuan Berkomunikasi yang Efektif. Dalam sesinya, terdapat beberapa poin yang dilatihkan yaitu komunikasi asertif, Emphatic listening skill, Optimalisasi Bahasa tubuh dan Tips komunikasi efektif.

Sesi training komunikasi efektif ini menitikberatkan pada teori-teori komunikasi serta praktek dan simulasinya. Dalam penyampaiannya materinya, Trainer menyampaikan bahwa antara pesan dalam komunikasi, dan cara menyampaikan pesan tersebut adalah sama pentingnya.

Selanjutnya, Trainer juga menyampaikan bahwa jalan menuju kesuksesan berawal dari keahlian dalam berkomunikasi. Sebagaimana dituliskan dalam buku Presentation Plus, yang bersumber dari riset terhadapa para top eksekutif di tahun 1990.

Dalam proses komunikasi itu sendiri, terdapat beberapa komponen yaitu pengirim, media, penerima dan juga gangguan. Dimana masing-masing komponen tersebut memiliki andil dalam keberhasilan dan juga kegagalan dalam sebuah proses komunikasi.

Dalam proses ini, keberhasilan komunikasi ditentukan dengan adanya gagasan dan pemahaman yang disampaikan oleh pengirim dalam bentuk pesan kepada penerima. Lalu, adanya feedback dalam bentuk response dan pemahaman dari penerima pun juga menjadi tanda berhasilnya komunikasi.

Dalam proses ini juga, akan timbul gangguan-gangguan yang harus diminimalisir demi berhasilnya proses komunikasi. Seperti kesalahpahaman karena perbedayaan budaya, ketiadaan feedback, dan gangguan komunikasi lainnya.

Trainer juga menyampaikan, salah satu penentu berhasilnya komunikasi yang dilakukan secara langsung adalah kemampuan sang pemberi pesan untuk menggunakan body languange yang baik. Dimana 55% dampak yang ditimbulkan dari komunikasi yang dilakukan, tergantung dari penggunaan body languange tersebut.

Acara berlangsung seharian dalam 3 sesi. Selain materi, para peserta juga mengikuti beberapa simulasi dan permainan untuk mempertajam materi yang disampaikan

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *