Masih bingung bagaimana cara terbaik menyelenggarakan training? Belajar tentang ‘Training Cycle’ dulu, Yuk! (Bagian I)

Kegiatan training atau pelatihan adalah sebuah kewajiban bagi perusahaan ataupun institusi yang harus diberikan kepada pegawainya demi menjaga kualitas sumber daya manusia (SDM) nya. Namun, tidak jarang perusahaan atau institusi menjadi kegiatan training ini hanya sekedar formalitas belaka sehingga tidak berdampak signifikan bagi perkembangan kualitas SDM-nya.

Pelaksanaan sebuah training atau pelatihan, idealnya memenuhi beberapa tahapan supaya dampak kedepannya dapat dirasakan. Tahapan-tahapan tersebut biasa disebut dengan The Training Cycle. The Training Cycle adalah pendekatan sistematis untuk mengembangkan, menyampaikan serta mengevaluasi kegiatan training untuk mencapai peningkatan yang berkelanjutan (continuous improvement).

The Training Cycle, memiliki beberapa tahapan yaitu:

  1. Identifikasi kebutuhan pelatihan (identifying training needs)

Tahapan pertama ini amat sangat penting, karena jika Anda tidak berhasil mengidentifikasi kebutuhan training peserta dengan jelas dan sebenar-benarnya, maka training tidak akan memberikan hasil yang sesuai dengan harapan anda.

Training yang disampaikan tanpa identifikasi kebutuhan training yang baik serta tujuan yang jelas, maka tidak akan berpengaruh bagi individu yang mengikutinya maupun institusi atau perusahaan yang menyelenggarakannya.

  1. Merancang pelatihan (design training)

Setelah Anda selesai mengidentifikasi kebutuhan training serta menetapkan tujuan pelatihan, maka tahap selanjutnya adalah merancang pelatihan atau training. Langkah pertama dalam tahap ini adalah menetapkan metode pelatihan yang terbaik yang dapat mendukung tercapainya tujuan pelatihan.

Beberapa metode yang mungkin bisa jadi pelatihan, adalah:

  1. Training tatap muka
  2. Virtual training
  3. Self paced e-learning
  4. ­On the job training
  5. Kombinasi beberapa metode (blended training)

Langkah selanjutnya dalam tahapan ini adalah membuat framework penyampaian isi atau konten pelatihan (training). Mudahnya, anda perlu membuat konten apa yang akan disampaikan di awal, pertengahan dan juga akhir pelatihan. Framework ini juga berisi informasi apa yang akan disampaikan, apa aktivitas pembelajarannya serta bagaimana assessment nya. Keseluruhan framework ini harus saling terintegrasi serta sistematis untuk membangun pemahaman peserta dengan sempurna nantinya.

  1. Mengembangkan pelatihan (develop training)

Setelah konten pelatihan sudah dirancang dalam benuk framework dan sudah ditetapkan aktivitas pembelajaran seperti apa yang nantinya akan dipakai, selanjutnya adalah mengembangkan pelatihan dengan cara membuat dan mempersiapkan kebutuhan peserta pelatihan dengan tujuan supaya peserta dapat dengan mudah memahami dan dapat mempraktekkan pengetahuan atau kemampuan (skill) baru.

Hal-hal yang dapat dipersiapkan, contohnya adalah:

  1. Panduan peserta
  2. Handout materi
  3. File presentasi
  4. Lembar asesmen

Dan hal-hal lainnya yang sekiranya diperlukan untuk mendukung beberapa metode pelatihan yang akan digunakan seperti workshop, group discussion, role play, simulations, dan games.

Lanjut membaca

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *