Leadership Development DJP Banten Bersama TRUSTCO

Sebagai institusi yang menempatkan sumber daya manusianya sebagai asset terpenting, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sadar bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan hal yang mutlak dilakukan agar institusi dapat berumur panjang dan terus memberikan manfaatnya. Dalam pelaksanaan hal tersebut, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Banten bekerjasama dengan TRUSTCO untuk melaksanakan kegiatan Leadership Development Program (LDP) pada Kamis-Jumat, 13-14 Juni 2024. Kegiatan ini diikuti oleh Pegawai Kanwil DJP dan KPP di Provinsi Banten.

Leadership Development Leadership Development

Leadership Development Program (LDP) ini didesain agar Peserta Training bisa menjalankan tugas sebagai pemimpin sekaligus bisa berperan sebagai coach. Karena pada sebuah institusi atau organisasi yang menempatkan sumber daya manusianya sebagai asset terpenting, maka peningkatan kompetensi secara terencana dan berkelanjutan, merupakan hal yang mutlak dilakukan agar institusi atau organisasi tersebut dapat terus meningkatkan kemanfaatannya bagi masyarakat atau customernya.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Maxone, Anyer, Banten ini, juga bertujuan agar peserta bisa mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.

Dalam pelaksanaannya, Leadership Development Program (LDP) ini menggunakan metode pembelajaran interaktif fasilitator dengan peserta ataupun antara peserta dengan peserta yang lain. Sehingga diharapkan terjadi proses pemahaman yang mendalam dan saling memperkaya wawasan.

Untuk menciptakan iklim yang dialogis tersebut, digunakan pendekatan Pendidikan Orang Dewasa dimana peserta tidak dianggap sebagai murid sekolah yang tidak berpengetahuan, melainkan diperlakukan sebagai orang dewasa yang telah mempunyai banyak pengetahuan dan pengalaman.

Ada beberapa model pembelajaran yang dipakai didalamnya, seperti andragogi untuk mengeksplorasi dan elaborasi pengalaman Peserta dan metode problem-based learning untuk pengembangan gagasan dan rencana perubahan yang lebih nyata.

Tim trainer juga menggunakan metode experiential learning (Outdoor Simulation) untuk mendapatkan insight dan inkubasi gagasan yang lebih matang.

Melalui proses belajar dan mengajar yang partisipatif tersebut, mendorong peserta menjadi lebih aktif sehingga pemahaman terhadap materi pelatihan lebih cepat terjadi.

Selain indoor, peserta juga mendapatkan Outdoor Learning Experience. Dimana pelatihan dilakukan diluar ruangan dengan menggunakan metode simulasi.

Terdapat beberapa simulasi dan games yang para peserta lakukan, yang semuanya tetap dalam koridor untuk membantu tercapainya tujuan kegiatan. Metode simulasi diluar ruangan ini menjadi penajam materi yang disampaikan di indoor sebelumnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *