Di era teknologi informasi yang semakin maju dan situasi perekonomian yang semakin cepat berubah seperti sekarang ini, banyak aktivitas usaha, bisnis dan pemerintahan yang tidak terlepas dari praktek kecurangan atau fraud. Kecurangan atau fraud sudah terjadi sejak lama dan ternyata dalam prakteknya tidak mudah untuk dihilangkan. Banyak tindakan kecurangan yang terjadi dan masih sulit untuk diatasi serta ditekan keberadaannya.
Kecurangan atau fraud ini bisa terjadi karena dilakukan oleh perorangan, tetapi juga bisa dilakukan oleh sekelompok orang didalam organisasi yang bekerja sama dalam melakukan praktek-praktek fraud (kecurangan). Memang banyak kecurangan terjadi di perusahaan-perusahaan yang memiliki struktur organisasi yang kompleks, tetapi tidak menutup kemungkinan dalam perusahaan kecil pun bisa terjadi kecurangan atau fraud.
Sektor perbankan pun termasuk menjadi target dan lahan basah bagi perseorangan ataupun sekelompok untuk melakukan kecurangan. Dalam dunia perbankan memang ada peluang yang cukup besar untuk berbuat curang. Beberapa tahun terakhir ini banyak kasus kecurangan yang terjadi di bidang perbankan, dari praktek korupsi, kolusi dan kecurangan lainnya. Beberapa kasus fraud yang terjadi di bidang perbankan terjadi akibat tindakan yang dilakukan oleh orang yang ada di delay bank yang bersangkutan.
Berangkat dari hal tersebut, Bank Jateng selenggarakan training “Peningkatan Kapasitas SDM Dalam Mewujudkan Zero Fraud Pada Bank Daerah Provinsi Jawa Tengah” bagi pegawainya pada 8 sampai 11 November 2021. Bertindak sebagai fasilitator dan trainer dalam training tersebut adalah tim trainer dari Trustco Jakarta yang digawangi oleh Dr. B.S. Wibowo, SKM. MARS. MM. CPHR.

Training yang berlangsung selama 2 hari ini berisikan materi yang sinkron dengan tujuan pelatihannya, yaitu: 1) Memahami urgensi dan implikasi terkait fraud di perbankan, 2) Memahami implementasi dan pencegahan fraud, 3) Mengidentifikasi nilai- nilai organisasi untuk mewujudkan zero fraud, 4) Mengetahui peranan dan fungsi budaya kerja untuk mewujudkan zero fraud, dan 5) Merumuskan berbagai upaya mengatasi fraud di Bank Jateng untuk mewujudkan target zero fraud.

Dalam penyampaian materinya, para trainer memanfaatkan beberapa metode seperti ceramah, diskusi, games, studi kasus, kuiz, serta internalisasi materi dengan FGD. Di akhir atau setelah selesai pelatihan, peserta akan mendapatkan tugas berupa diskusi dengan pimpinan di tempat kerjanya. Hasil diskusi tersebut dilaporkan dan diserahkan pada bagian Pelatihan di Human Capital Kantor Pusat Bank Jawa Tengah.

