Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) kembali digelar untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementrian Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) formasi tahun 2019-2020.

Pelatihan bacht 2 ini diselenggarakan secara online 5 dan 6 Juli 2021, dibawah pengawasan langsung dari Biro Kepegawaian, Organisasi, dan Tata Laksana (BKO) Kementerian PUPR.
Sama seperti pelatihan pada bacht 1, Pelatihan ini juga bertujuan untuk menanamkan urgensi kegiatan manajemen pengetahuan dalam program reformasi birokrasi.
Selain untuk mengetahui urgensi kegiatan manajemen pengetahuan, peserta juga diharapkan mampu menuliskan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama habituasi dengan kaidah ilmiah.
Pelatihan dilakukan secara interaktif dengan menggunakan metode pembelajaran orang dewasa. Dimana trainer membantu para peserta menggali Kembali pengetahuan serta pengalaman yang sudah mereka miliki dan mengaitkannya dengan inti materi.
Disamping itu, pelatihan ini juga memanfaatkan beberapa aplikasi berbasis web seperti mentimeter.com, agar kelas menjadi aktif dan terbangun suasana pembelajaran dua arah.
Target yang diupayakan tercapai dari pelatihan ini adalah peserta mampu menulis karya ilmiah berupa jurnal, proceeding, reportase, press rilis, dan policy brief, serta karya ilmiah populer seperti buku dan artikel di media massa.
Salah satu tempat yang dapat digunakan oleh peserta dalam menyalurkan karya ilmiahnya, adalah majalah KIPRAH. Majalah dwi bulanan terbitan Kementrian PUPR yang mengusung tema mengenai Hunian, Infrastruktur, Kota dan Lingkungan.
Pada akhir sesi pelatihan, para peserta mendapatkan tugas untuk menulis reportase tentang pencapaian-pencapaian yang sudah diraih dalam sejarah PUPR. Hal ini juga membantu peserta untuk lebih memiliki sense of belonging terhadap institusi tempatnya bekerja.
Pelatihan yang diikuti oleh 140 peserta yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia ini menghadirkan beberapa narasumber dari Trustco, diantaranya; DR. BS. Wibowo, Prof. Andi, DR. Indra Kusumah, Aang Kunaifi., M.Si, serta dipandu oleh Apud Kusaeri, M.Si.
Kedepannya, CPNS yang nantinya menjadi PNS dan telah mengikuti pelatihan ini, diharapkan memiliki pola pikir ilmiah yang kuat sehingga dapat turut memajukan institusi tempatnya bekerja dan mengharumkan nama bangsa Indonesia.
