Senin (21/03) sebanyak 60 orang peserta yang berasal dari lingkungan Kemendikbudristek dan dari kementerian lain serta POLRI dan Pemerintah Kabupaten/Kota, mengikuti kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II angkatan VII Tahun 2022, bertempat di Gedung Garuda, Pusdiklat Pegawai Kemendikbudristek, Depok.

Dinamika kelompok merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II angkatan VII Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Pegawai Kemendikbudristek. Para peserta merupakan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pejabat fungsional ahli madya. Kegiatan ini secara garis besar bertemakan “Membangun Ekosistem Pendidikan Berkualitas yang Partisipatif dan Kolaboratif”.
Dalam kegiatan ini, Trustco diberi kepercayaan untuk menyampaikan materi Dinamika Kelompok. Materi ini, berkaitan erat dengan tujuan capaian kegiatan yaitu peningkatan SDM Aparatur Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta untuk membangun ekosistem pendidikan berkualitas yang partisipatif dan kolaboratif antar kementerian dan lembaga negara.
Cipto Utomo, trainer Trustco Jakarta yang bertugas untuk menjadi fasilitator dalam sesi dinamika kelompok ini. Sesi ini bertujuan untuk membantu 60 peserta pelatihan yang hadir saling mengenal satu sama lain, dan saling memahami karakter dan kompetensi yang berbeda-beda.
Disamping itu, sesi ini juga bertujuan agar peserta paham tahapan pembentukan sebuah tim, serta saling berkomitmen untuk bersinergi dan berkolaborasi, demi menciptakan ekosistem pendidikan nasional yang maju dan berkualitas.
Dinamika kelompok dilaksanakan dengan membagi peserta menjadi kelompok-kelompok kecil dan memberikan tantangan berupa tugas kelompok. Di awal, setiap kelompok peserta diminta untuk membuat identitas kelompoknya seperti menentukan ketua dan sekretaris, memilih nama kelompok, membuat logo serta filosofinya, serta membuat yel-yel kelompok.
Selanjutnya, di sesi dinamika kelompok ini, peserta diajak untuk belajar melakukan identifikasi terhadap profil anggota kelompok dan dapat melakukan toxic cleansing. Proses tersebut melatih peserta untuk membersihkan kelompok dari “racun-racun” yang bisa merusak hubungan interpersonal dan berpotensi menghancurkan tim.

Melalui dinamika kelompok ini, peserta diharapkan menjadi pribadi yang siap bekerja sama saling sinergi dan kolaboratif, serta memiliki komitmen yang tinggi dalam memajukan pendidikan nasional bersama-sama.

